Barsel KLB Rabies Akibat Gigitan Anjing Hewan Berbisa Dua Orang Meninggal Dunia 

Barsel KLB Rabies Akibat Gigitan Anjing Hewan Berbisa Dua Orang Meninggal Dunia 

Palangkanews.co.id # Buntok – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Selatan, sangat menyayangkan Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies akibat gigitan Anjing hewan berbisa dua orang meninggal dunia beberapa waktu lalu sejak tahun akhir 2022 di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. 

Ketua DPRD Barsel Ir. H.M Farid Yusran, Usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi I,II, dan III dengan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) setempat, di ruang gabungan komisi DPRD jalan Pahlawan Buntok mengatakan, ini ternyata kasus (suspect)  penyakit rabies itu sangat berbahaya  penularan gigitan anjing mampu mematikan manusia bahkan bisa lumpuh total

“Walaupun yang jadi penyakit rabies itu hanya ada beberapa. Ini terbukti bahwa yang meninggal dalam bulan November 2022 satu orang di daerah Tabak Kanilan, dan di bulan Januari 2023, satu orang di Ruhung Raya Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), ” sambung Farid menjelaskan.

” Selanjutnya Farid berkata belum ada yang tahu kan? Nah itu makanya. Padahal status KLB kita sejak Januari 2023 yang terdiagnosa rabies ada dua, kemudian yang lain kasus gigitan hewan penular rabies, hal ini jgn di anggap enteng saya prihatin penyakit anjing gila bisa membawa musibah masyarakat kita, kita harus cepat tanggap ini sudah ada dua orang jgn lagi ada korban yang lainnya, ” kata Fari, kepada wartawan Selasa (4/7/2023).

Yang justru semakin menambah keprihatinan anggota dewan kata Farid,  yang disayangkan  SOPD sangat lamban dan minim melakukan penanganan di lapangan, dinas kesehatan melalui puskesmas harus mengevaluasi warga yang terkena dan sosialisasi cepat pada warga agar tidak berkembang.ini akibat koordinasi dan kerjasama antar SOPD yang tidak terkoodinir dengan baik.

Tim pengawas kesehatan’ dan dinas terkait yang menangani hewan turun ke desa desa agar penanganan anjing gila ( Rabies)  teratasi walaupun minim anggota pengawasnya.

“Hal ini tidak terkoordinir dengan baik oleh kawan – kawan SOPD ini. Sehingga angka gigitan hewan penular rabies (GHPR) itu tinggi. Malah di bulan Juni 2023 tinggi sekali menjadi 32 kasus, dua kali lipat dari bulan lalu, ” ucap kesalnya  Farid.

“Artinya kasus KLB ini yang tidak ada kegiatan tindakan nyata dari kawan – kawan dari SOPD itu, ini mungkin karena tidak terkoordinasi dengan baik, ” lanjutnya lagi.

“Saya mendorong akan dibentuk tim khusus, tim terpadu oleh Pak (Pj) Bupati, untuk menangani ini sehingga kasus KLB itu cepat kita hilangkan, ” tegas orang nomor satu di DPRD dari Fraksi PDI-Perjuangan muncung putih itu.

Padahal menurut Farid, penanganan masalah yang sudah ditetapkan menjadi KLB sejak bulan Januari 2023 itu harusnya bisa dilakukan dengan cepat dan bahkan bisa dicegah.

Pasalnya, Barsel merupakan satu – satunya daerah di Indonesia yang memiliki Peraturan Daerah (Perda) khusus yang mengatur tentang penanganan rabies.

Politisi PDI-Perjuangan ini juga sangat menyayangkan SOPD yang dinilai tertutup perihal KLB rabies ini, sebab di Barsel sendiri masyarakat banyak yang memelihara hewan yang bisa menularkan rabies seperti anjing, kucing dan monyet.

“Kita minta kawan – kawan (SOPD) ini jangan menutup – tutupi lah segala informasi terkait (rabies) ini. Karena di masyarakat kita ini yang memelihara hewan penular rabies ini banyak yang pelihara itu, ” harapnya.

“Kita sudah punya Perda, satu – satunya di Indonesia loh. Perda Nomor 8 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Rabies, satu – satunya di Indonesia Perda itu, tapi paling tinggi kasusnya ini kan aneh.?” Kesalnya.

Pewarta : H. Assjian

Sumber : Ir. H.M. Farid Yusran, MM.

Redaksi Palangkanews

Pimpinan Redaksi Palangka News