Bangun Posko Covid -19; PT.DWI WARNA KARYA Diduga Kurang Peduli Dengan Usulan Desa Jakatan Pari

Bangun Posko Covid -19; PT.DWI WARNA KARYA Diduga Kurang Peduli Dengan Usulan Desa Jakatan Pari

Palangkanews.co.id – Keterlibatan Perusahaan Besar Swasta (PBS), yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah, apalagi Perusahaan tersebut masuk wilayah Desa Hajatan Pari, 21/5/20.

Keberadaan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, juga banyak membawa positif bagi masyarakat yaitu membuka peluang pekerjaan dan menjaga lingkungan khususnya dampak lingkungan dari pencemaran limbah, agar masyarakat yang berada di kawasan Desa/Kecamatan memiliki azas mamfaat bagi masyarakat setempat apa lagi dalam memutus tali rantai penyebaran wabah virus corona/covid-19.

Disisi lain banyak Perusahaan yang berinvestasi di kalimantan Tengah kurang peduli dengan infrastruktur pembangunan pada Desa-Desa dan Kecamatan dalam kegiatan Desa, maupun apa lagi saat ini adanya Covid-19.

Seperti Perusahaan Besar Sawit.(PBS) PT.DWI WARNA KARYA, yang terletak di perkebunan masuk kawasan Desa Jakatan Pari, Kecamatan Kapuas Hulu, kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah kurang peduli dengan usulan dan dikeluhkan Desa Jakatan Pari.

Rahmadi E. T. Alang Kepala Desa Jakatan Pari ketika konfirmasi melalui via telpon mengatakan.

“Kami sudah berbuat bahwa Pihak Desa Jakatan Pari, telah melayangkan surat kepada PT.DWI WARNA KARYA, dengan Perihal dukungan Bantuan untuk Pembangunan Posko Covid-19 pada desa jakatan Pari.” Ucap Rahmadi.

Dengan adanya kepedulian perusahaan nantinya bisa membantu pemerintah khususnya Desa setempat dalam memutus tali rantai penyebaran wabah virus corona/covid-19.

Namun keputusan Pihak perusahaan PT.DWI WARNA KARYA, tidak merespon surat dari kepala Desa Jakatan Pari, padaha tujuan pengajuan surat kepada pihak perusahaan adalah baik untuk kepentingan masyarakat.

” Tidak ada respon pihak Perusahaan PT. DWK sampai sekarang tidak tau jus alasan apa,” ungkapnya.

Sementara keberadaan Perkebunan kelapa sawit, pada musim wabah virus corona yang melanda provinsi kalteng ,khususnya kabupaten kapuas adalah masuk zona merah, yaitu kasus kematian positif covid-19, tertinggi di Kalimantan Tengah dengan jumlah 5 orang meninggal dunia, hal ini pihak perusahaan sama saja mengabaikan himbaun pemerintah, dan yang menjadi pertanyaan .

” Mana Dana CSR, ucapnya mengakhiri pembicaraan kepada awak media.” Tutup.

Kabiro Kapuas (Wawan)

admin

admin