Anggaran Covid-19 Pringsewu Jadi ‘ ‘Petak Umpet’ Akhirnya Buka Bukaan.

Anggaran Covid-19 Pringsewu Jadi ‘ ‘Petak Umpet’ Akhirnya Buka Bukaan.

Palangkanews.co.id – Gugus Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu yang di ketuai bupati diwakili Asisten Ill Hasan Basri berikut seluruh OPD pengguna anggaran Covid-19 menyatakan siap memberikan laporan terperinci terkait realisasi penggunaan/penyerapan anggaran Covid-19.

“Kami akan sampaikan laporan keuangan di setiap OPD. Laporanya bisa diminta, termasuk oleh media, kami siap berikan,” kata Asisten Ill Hasan Basri, lewat sambungan telepon, (08/07).

Keterangan Hasan Basri ini sekaligus merespon tudingan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Pringsewu yang menyimpulkam bahwa penggunaan anggaran Covid-19 Pringsewu tidak transparan.

Tudingan keras terkait ketidakberesan penggunaan anggaran Covid-19 pertama kali dilontarkan oleh Ketua Banggar DPRD Pringsewu Suherman SE, saat rapat tertutup dengan tim gugus tugas yang diwakili Asisten III Hasan Basri, di Gedung DPRD Pringsewu, Senin (6/7) kemarin.

Badan Anggaran dalam penilaiannya menyimpulkan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pringsewu tidak mampu menyampaikan laporan penggunaan anggaran secara rinci, melainkan hanya secara gelondongan,

“Yang kami terima hanya laporan gelondongan. Itu pun, dalam laporan disebutkan sudah terserap 25 persen,” jelas Suherman.

Sesuai data laporan pengunaan anggaran penaganan Covid 19 Pringsewu disebutkan baru terserap sekitar 25 persen atau senilai Rp28 miliar dari total anggaran Rp113 miliar yang bersumber APBD.

Dan berdasarkan data yang diterima tim Banggar dari tim gugus tugas Kabupaten Pringsewu disebutkan bahwa anggaran dari refocusing sebesar Rp74,9 miliar, BGT (belanja tidak terduga) Rp38,903 miliar dari total Rp 113 miliar, dimana yang dilaporkan yang sah baru BLT DD yang dilaporkan pihak pekon.

Karena laporan tidak lengkap, Badan Anggatan DPRD Pringsewu meminta tim gugus tugas untuk segera memperbaiki laporan penggunaan anggaran lebih rinci, item per item.

Merespon tudingan tersebut, Hasan Basri menjelaskan bahwa dana penangan dan pencegahan covid 19 ada di setiap OPD, seperti Dinkes, BPBD, Dinsos, dan Diskoperindag.

Secara umum Hasan Basri menjelaskan, anggaran yang terserap digunakan untuk sarana prasarana, pembelian alat medis, dan bantuan sosial.

Ia juga mengakui laporan yang disampaikan ke Badan Anggaran belum lengkap/belum final oleh sebab belum seluruh OPD membuat laporan terperinci.

Pewarta. : Tim Pknews Pringsewu
sumber. : laporan Rapat Anggaran
Editor. : Hendrik Panjaitan

admin

admin