Angaran Pemkab (APBD) Garut Habis Terserap COVID-19, Media Cetak Harus Mengerti Keadaan

Angaran Pemkab (APBD) Garut Habis Terserap COVID-19, Media Cetak Harus Mengerti Keadaan

Palangkanews.co.id-Garut – Akibat dari wabah covid-19, yang menyerang Indonesia dan berdampak pada berbaigai sektor, baik ekonomi, pariwisata dan juga sektor tranportasi. Selain itu juga wabah covid-19 telah banyak menguras anggaran, baik itu APBN, APD Provinsi, maupun APBD Kabupaten/Kota.

Terkurasnya sektor anggaran mengakibatkan banyaknya pembangunan wilayah dan pembangunan sektor pendidikan terhenti, bahkan selain itu juga berdampak pada pengalihan anggaran ditiap -tiap dinas instansi dan institusi.

Bahkan untuk Kabupaten Garut anggaran yang dikeluarkan untuk penanganan covid-19 cukup besar, dikarenakan Kabupaten Garut Masuk dalam Zona Kuning dalam penyebaran covid-19, untuk itu seluruh anggaran tertuju pada penanggulangan covid-19.

Bahkan Diskominfo Kabupaten Garut dalam upaya kemitraan dengan wartawan kini mulai goyang, dan mengakibatkan untuk menghentikan sementara pembayaran langganan Majalaya dan koran, karena anggaran Diskominfo Kabupaten Garut dirasakan sudah tidak ada lagi untuk membayar langganan media cetak.

Seperti yang tertuang dalam surat edaran diskominfo No 480/10/IKP/Diskominfo/2020, tentang penghentian sementara pembayaran koran dan majalaya, yang disesuaikan dengan surat edaran Bupati Garut No. 900/1006/BPKAD/2020 tertanggal 31 Maret 2020 tentang penyesuaian anggaran.

Menurut Aktifis wartawan Tommy, saat dihubungi dikediamannya menjelaskan,”Hal yang wajar bila untuk saat ini Diskominfo punya kebijakan seperti itu, karena APB Kab. Garut sudah terkuras habis oleh penangulangan bencana covid-19,”jelasnya.

“Maka sudah sewajarnya bila Diskominfo menghentikan sementara pembayaran koran dan majalah terhitung bulan Agustus 2020, karena anggaran setiap dinas yang ada di Kab. Garut dipangkas untuk penanganan pencegahan covid-19,”Ungkap Tommy.

“Dengan demikian, sudah seharusnya, rekan -rekan wartawan di Kabupaten Garut memahami hal ini, karena wabah covid-19 telah melumpuhkan berbagai sektor, mungkin Pemkab Garut supaya wabah covid-19 cepat teratasi, pemcegahan dan penanganan pun dilakukan secara extra, maka banyak anggaran yang terkuras,”Ungkap Tommy.

“Saya sebagai salah satu aktif wartawan di Kab. Garut dengan adanya penghentian pembayaran langgaran koran dan majalah, masih bisa dimaklum karena keadaan covid-19 inilah yang telah merusak berbagai sektor, dan dengan surat edaran Bupati Garut yang menyatakan penyesuaian anggaran, mungkin dengan alasan itu Diskominfo menghentikan sementara langganan koran dan majalah karena adanya pemangkasan anggaran,”Tandas Tommy salah satu aktivis media.

Pewarta:Herdy Kaperwil Jabar
Sumber:Liputan
Editor:Hendrik Panjaitan
Admin:Syaiful

Redaksi Palangka News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *