“Ambruknya Dinding Draenase Induk Pasar Kahayan, Kerna Faktor Alam Gaib”

“Ambruknya Dinding Draenase Induk Pasar Kahayan,  Kerna Faktor Alam Gaib”

Palangkanews.co.id | Pembangunan infrastruktur dibidang pengairan dilanda musibah runtuh, ambruk sepanjang 50 meter yang di kerjakan pengujung tahun 2020, terjadinya ambruk Sabtu malam tanggal 6 Februari 2021 yang artinya usia 3 bulan berjalan.

Ambruknya Draenase induk akibat ketidak beresan pekerjaannya, pengawasan kurang ketat dan perencanaan dari konsultan mungkin kurang matang .

Ambruknya dinding Siring Drainase Tersebut manjadi perbincangan di masyarakat, berbagai cetusan pembicaaraan duit negara hasil pajak rakyat dibuang begitu saja, ada lagi berkata tidak mempunyai pondasi dasar. 9/2/21

Pada hari Senin (8/2) Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Provinsi Kalimantan Tengah, mengadakan Jumpa Pers di kantor jalan Cilik Riwut KM 3.5 Kota Palangka Raya;

Dalam jumpa Pers tersebut terkait ambruk / robohnya Tanggul dinding siring pengaringan yang berlokasi dikomplek pasar Kahayan Mendawai, Palangka Raya.

Proyek yang menelan dana dari APBN Rp 17 milyar lebih, baru selesai dikerjakan oleh pihak Kontraktor PT. Karya Nusa Mandiri Pusat Palangka Raya, akhir tahun 2020 lalu.

Berdasarkan keterangan dari pihak Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, kontruksi draenese telah melalui evaluasi dan tahapan teknis.

“Diketahui pada hari Jumat tanggal 5 Pebruari 2021, cuaca di kota Palangka Raya hujan Ekstrim dari sore hingga subuh, namun lebatnya pukul 21.00 hingga pukul 24.00 Wib, terjadi genangan dari Mendawai 1, 2, 3 dan 4. Posisi Mendawai biasanya adalah flek, tidak ada daerah tersier, sehingga air itu menuju ke draenese utama kita tanpa adanya saluran utama/tersier, ” Kata Muhamad Barani, selaku Kepala Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai II pada jumpa pers.

Barani menjelaskan juga, selain kondisi cuaca selama ini melanda kota Palangka Raya dengan curah hujan yang sangat lebat, bahkan bisa dalam beberapa hari hujan terus menerus, faktor pemukiman masyarakat juga yang berdekatan dengan Saluran utama ( Pengaringan ) sebagian penyebab faktor ambruknya dinding Draenese itu.



“Kondisi bangunan kita berdekatan dengan pemukiman masyarakat, dan banyaknya sepitank warga, hanya beberapa meter saja, sehingga tanah disekitar dinding Tanggul pengaringan lembek, ” jelasnya,

Pada kesempatan itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Dwi Cahyo, menyampaikan selain musibah ambruknya sebagian dinding draenese kawasan mendawai, juga dibeberapa wilayah Indonesia ada juga bangunan yang ambruk akibat kondisi curah hujan ekstrim saat ini.

“Dimana – mana di seluruh Indonesia terjadi banjir Ekstrim, ini saya juga masih komunikasi sama teman – teman, kemarin saya masih tugas di Jawa, banjir di Semarang itu yang ngga pernah banjir, satu meter ketinggianya yang tidak pernah banjir, ada jembatan roboh kemudian di Sungai Serayu Opak, pak Menteri dari sana, ya dinding – dinding kaya gitu pada roboh termasuk di daerah Banyumas, ini lebih mahal lagi, puluhan Milyar bisa roboh, ” jelas Dwi Cahyo kepada awak media.

Dwi Cahyo menjelaskan bahwa terkait ambruknya sebagian dinding draenese kawasan mendawai bukanlah kesalahan siapa – siapa, baikpun itu pihak kontraktor maupun dinas.

“Artinya kesalahan sih ngga tapi kebetulan ngga terlihat disitu ada saluran yang tidak terlihat itu setelah banjir ada dorongan yang keras sekali, tidak ada pembuangan yang lobang cukup besar memadai hanya lobang paralon cukup kecil akhirnya terdorong oleh kekuatan arus banjir dikawasan pemukiman mendawai, ” paparnya.

Berdasarkan paparan dan penjelasan yang disampaikan Pihak Balai Wilayah Sungai Kalimantan II dan Kepala Satuan Kerja, murni musibah alam serta bangunan tersebut masih dalam proses pemeliharaan dan tanggung jawab kontraktor.

“Intinya pekerjaan tersebut masih tanggung jawab kontraktor dan uang pemeliharaan masih kita tahan, apa bila pihak kontraktor tidak bisa menyelesaikan bangunan dinding draenese yang sebagian ambruk, maka uang jaminan tersebut akan kita serahkan kepada Negara, ” kata Kepala Balai.

Namun pantauan media Palangkanews belum puas dengan penjelasan dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan II dan Kesatuan Kerja, berita ini bersambung.

Pewarta. : Red pknews Kalteng
Sumber. : Liputan pknews Kalteng.

Redaksi Palangka News