Alokasi BSPS Kabupaten Gumas, Ini Kata Kadis PUPR, Baryen

Alokasi BSPS Kabupaten Gumas, Ini Kata Kadis PUPR, Baryen

Palangkanews.co.id || Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Kabupaten Gunung Mas, melaksanakan Sosialisasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, (BSPS), yang mana BSPS tahun 2021, untuk tahap II, tersebar di 2 (dua) desa, 1 (satu) Kelurahan di Kecamatan kurun. Kegiatan dilaksanakan di aula Gedung Pertemuan Umun DPU, Senin (15/03/2021), siang.

Kadis PU Baryen menjelaskan dalam laporannya, pada Tahun 2018 sampai Tahun 2021 Kabupaten Gunung Mas telah menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Perumahan Melalui SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Kalteng.



Lanjutnya, ia menerangkan, untuk usulan yang diajukan untuk Tahun 2021 adalah sebanyak 447 Unit yang tersebar pada 10 (sepuluh) Desa/Kelurahan.

“Berdasarkan Surat Direktur Rumah Swadaya Nomor : RU.1003-RW/116 tanggal 18 Pebruari 2021 perihal Daftar Nama Usulan Calon Penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya TA. 2021 Tahap IV, lokasi dan alokasi BSPS, untuk Kabupaten Gunung Mas hanya di 2 (dua) Desa Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas yaitu Desa Tewang Pajangan sebanyak 45 Unit dan Desa Tumbang Tambirah sebanyak 30 Unit dengan total jumlah sebanyak 75 Unit,” jelas Baryen.

Pada kesempatan itu Bupati Gunung Mas, yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Richard F.L dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas sangat mendukung upaya penyediaan rumah yang layak huni, sehat, aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Untuk mendukung Program Pemerintah Pusat didalam pelaksanaan kegiatan dimaksud, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunung Mas Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman agar melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaannya, sehingga dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran dan tepat waktu”. Ucap Ass. II.

Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan program dari pemerintah pusat yang diwujudkan dan diberikan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan masyarakat kurang mampu sebagai penerima manfaat.

“Bantuan stimulan ini juga disesuaikan dengan tujuan untuk peningkatan kualitas perumahan yang dilakukan secara berkelompok yang meliputi perbaikan atau rehabilitasi,” tuturnya.

Harapan saya kepada Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Kalimantan I Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Tengah agar di tahun 2022, dapat diprogramkan kembali peningkatan kualitas Rumah tidak layak huni, mengingat jumlah RTLH yang ada pada pendataan tahun 2016 dan tahun 2017 berjumlah 3.404 unit.

“Dengan adanya bantuan sebanyak 215 Unit tahun 2018, 242 Unit tahun 2019, 300 Unit tahun 2020 dan 75 Unit tahun 2021 Sehingga Jumlah RTLH di Kabupaten Gunung Mas saat ini menjadi 2.572 Unit terjadi pengurangan sebanyak 832 Unit atau 24,44%,”. Jelasnya.

Ia berharap kepada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunung Mas agar, selalu berkoordinasi dan berperan aktif dalam proses pendampingan atau sosialisasi kepada masyarakat penerima bantuan.

“Saya minta kepada DPU, Kepala Desa dan Perangkatnya untuk benar-benar selektif dalam melakukan pendataan dan verifikasi untuk menentukan penerima manfaat sesuai dengan ketentuan yang ada, sehingga tidak terjadi kecemburuan sosial tetapi benar-benar layak dan tepat sasaran,” ujar Richard F.L.

Kegiatan tersebut tetap mematuhi Protokol Kesehatan, dengan memakai masker, mencuci tangan pakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dari kerumunan masa.

Pewarta. : Hendra pknews Gumas
Sumber : liputan pknews Gunas/mmcgumas

Redaksi Palangka News