Aksi Damai Oleh Aliansi GEMPAR Di Gerbang Universitas Palangkaraya

Aksi Damai Oleh Aliansi GEMPAR Di Gerbang Universitas Palangkaraya

Palangkaraya – Telah dilaksanakan aksi damai oleh Aliansi GEMPAR Palangkaraya (Gerakan mahasiswa dan pemuda anti rasisme) dalam hal ini Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Palangkaraya dan perwakilan BEM Universitas Kristen Palangkaraya, pada hari selasa 16 Juni 2020.

Aksi damai ini sebagai wujud solidaritas untuk 7 tahanan politik Papua dan sekaligus sebagai bentuk duka atas matinya keadilan dan demokrasi kita pada saat ini. Aksi damai ini berlangsung pada pukul 15.00-17.30 Wib di depan gerbang Universitas Palangkaraya.

Dalam aksi damai yang berjumlah puluhan tersebut Aliansi GEMPAR (Gerakan Pemuda Dan Mahasiswa Anti Rasisme) melakukan orasi secara bergantian oleh beberapa orang perwakilan. Ignes menyampaikan “saya mewakili seluruh mahasiswa Papua yang ada di kota Palangka Raya mengucapkan banyak terima kasih kepada kawan-kawan semua yang sudah ikut serta dalam menyuarakan keadialan untuk 7 tapol Papua di Balikpapan”

“Semoga 3 poin penting yg sudah menjadi tuntutan kami semua tadi harapanya bisa di dengarkan oleh pemerintah terutama para penegak hukum dalam mengambil keputusan saat sidang perkara yg di lakukan oleh 7 tapol Papua nanti. Karena mereka 7 Tapol Papua adalah korban rasisme, dan bukan pelaku rasisme” tambahnya.

Aksii damai hari ini adalah bentuk dari rasa  solidaritas terhadap Mahasiswa Papua. “Ada 3 poin yg kami  tuntut seperti pada spanduk yg sudah kami tanda tangani dengan harapan ini didengar dan bukan hanya didengar tapi disaksikan juga oleh pemerintah dan seluruh  masyarakat Indonesia, untuk dapat menyuarakan juga pembebasan 7 tapol Papua yg ada di Kaltim” timpal Yuyun yulia harnum sebagai jubir dalam aksi damai ini.

Point tuntutan dalam aksi damai ini yaitu:

1. Hentikan pembungkaman kriminakisasi,dan intimidasi dalam ruang demokrasi.

2. Negara melakukan pendekatan kemanusiaan dan membuka ruang dialog seluas-luasnya terhadap persoalan Papua.

3. Tegakkan keadilan dengan membebaskan pejuang anti rasisme di Balikpapan dan seluruh Indonesia tanpa syarat.

Akhir kata :

” Ketika hukum itu mulai tumpul ke atas maka mari kita tajamkan” Apa bila usul di tolak tanpa timbang. Suara di bungkam,kritik di larang tanpa alasan maka ada satu kata LAWAN💪💪💪💪 (amey/RED)

admin

admin