Akhirnya Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Limbah Sawit (SBE) Rembang

Akhirnya Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Limbah Sawit (SBE) Rembang

palangkanews.co.id | Rembang, 26/3/2021 Kasus pembuangan limbah industri kelapa sawit berupa Spent Bleaching Earth (SBE) yang berada di Desa Jatisari Kecamatan Sluke, Rembang Jawa Tengah menemui titik terang. Tim Satreskrim Polres Rembang menetapkan sejumlah oknum dalam status tersangka.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito menjelaskan, ada lebih dari satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Pihaknya pun telah melakukan gelar perkara pertama.

“Ada beberapa nama (tersangka) yang sudah kami ajukan di gelar perkara. (Tersangka) lebih dari satu,” jelas Bambang ditemui awak media di Mapolres Rembang Kamis (25/3/2021).

Tersangka dikenai pasal Undang-undang Lingkungan Hidup yang berkaitan dengan limbah B3. Mereka pun, kata Bambang, hingga saat ini belum dilakukan penahanan.

“Belum, penahanan itu kan ada beberapa pertimbangan penyidik. Kooperatifnya orang yang kita periksa, ada subyektifitas penyidik dalam menyamakan hak-hak seseorang,” paparnya.

Bambang menjanjikan akan mengungkap nama-nama tersangka setelah proses penyelidikan dan penyidikan benar-benar rampung dilaksanakan. Yakni hingga gelar perkara ketiga yang merupakan tahapan final.

“Nanti ada gelar kedua, gelar perkara itu ada tahapan tiga kali. Rangkaian gelar perkara ini perlu kita lakukan sehingga rangkaian penyelidikan dan penyidikan kami benar-benar bisa sempurna. Keterlibatan para tersangka nanti akan kami sampaikan setelah rangkaian gelar selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya, keberadaan limbah industri kelapa sawit ini menuai kontroversi dari sejumlah pihak karena dianggap berdampak dan merugikan masyarakat.

Limbah itu berbentuk seperti gundukan tanah. Diduga, merupakan tanah liat bekas penyaringan kelapa sawit yang berasal dari luar Jawa. Kemudian dibawa menggunakan kapal tongkang. Saat ini, lokasi limbah tersebut berada di area perbukitan Desa Jatisari. Di bawah tempat itu terdapat lahan pertanian.

Pencemaran limbah yang terjadi di Rembang berawal dari kapal tongkang yang merapat di Pelabuhan Rembang, Jawa Tengah, awal Februari 2020. Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Kuala Tanjung, Kab Batu bara Sumatra Utara itu membawa limbah industri sawit, berupa Spent Bleaching Earth (SBE). Kode katagori 413 (B3)

Perusahaan pengirim adalah PT. Multimas Nabati Asahan dan tujuan berlabuh Pelabuhan Rembang Jawa Tengah dengan PBM (Perusahaan Bongkar Muat) PT. PBM Tirta Kencana.

SBE kategori sebagai limbah B3 kategori bahaya dua. Selain masih mengandung minyak, SBE juga ada pasir silika kalau terbawa angin debu bisa berpengaruh terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Selain minyak, limbah SBE mengandung logam berat. Bukan hanya berbahaya bagi manusia, limbah SBE juga mencemari tanah, dan air.

Puji Sumono
Kaperwil Jateng

Redaksi Palangka News