Ada Yang Gagal Paham Tentang Penambangan Pasir Laut Di Perairan Jepara

Ada Yang Gagal Paham Tentang Penambangan Pasir Laut Di Perairan Jepara

Palangkanews.co.id | Jepara, 3/5/2021 Belakangan rame di Media pemberitaan tentang Penambangan Pasir Laut di Perairan Jepara Jawa Tengah. Untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Tanggul Laut Semarang Demak (TTLSD), menuai Pro dan Kontra. Tidak sedikit yang gagal paham. Ada Media, Kelompok Masyarakat, Ormas, Pemerhati Lingkungan, semua menyuarakan aspirasinya dengan sudut pandang yang berbeda.

Dilansir dari berita media nkripost.com jum’at 30/4/2021, menulis judul berita tidak benar (Penambangan Pasir Besi di Pantai Balong Donorojo). Penulis berita seharusnya obyektif berimbang untuk memberi edukasi dan informasi yang benar kepada masyarakat. Untuk menciptakan situasi kondusif.

Dalam kajian Amdal sudah di jelaskan yang di tambang pasir laut, bukan pasir besi. Lokasi bukan di pantai, tapi di laut dengan jarak terdekat dari bibir pantai 3.5 mil terluar 9 mil. Dan Balong Kecamatan Kembang bukan Kecamatan Donorojo.

“Narasi opini sepihak jelas sekali wartawan tidak menguasai materi maupun obyek berita. Dari nara sumber yang tidak benar, dan tidak bisa di pertanggung jawabkan akan membuat berita hoax. Akibatnya sangat menyesatkan bagi kami masyarakat desa Balong. Dampaknya malah menciptakan konflik horizontal didesa kami” ujar warga Balong yang tidak mau disebut namanya.

“Tidak berdasarkan teknis dan memahami kajian tentang Amdal penambangan pasir laut, narasumber dari wakil ketua DPRD Jepara membuat statement dan opini sepihak. Membuat masyarakat Jepara khususnya desa Balong semakin tidak kondusif” imbuhnya

Dua Perusahaan Pelaksana penambangan pasir di perairan Jepara adalah PT. Energi Alam Lestari (EAL) dengan luas area 2.339 ha dan PT. Bumi Tambang Indonesia (BTI) luas area 1.050 ha.

Lokasi area penambang pasir, jarak terdekat 3.5 mil (6km) sampai terluar 9 mil (14.4km) dari bibir pantai dengan kedalaman 19-30 meter dari permukaan air. Dengan sistem isap kapal berjalan dengan ketebalan 30-40 cm. Menggunakan Kapal jenis Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD). 

Puji Sumono

Redaksi Palangka News